Welcome to

My Blog

By Random Blogger

Kamis, 10 September 2020

SDKI SLKI SIKI POLA NAPAS TIDAK EFEKTIF

 

SDKI SLKI SIKI POLA NAPAS TIDAK EFEKTIF

SDKI POLA NAPAS TIDAK EFEKTIF

Kategori         : Fisiologis

Subkategori   : Respirasi

Diagnosis        : Pola Napas Tidak Efektif

Definisi Pola Napas Tidak Efektif:

Inspirasi dan/ atau ekspirasi yang tidak memberikan ventilasi adekuat

Penyebab : Pola Napas Tidak Efektif

1.      Depresi pusat pernapasan

2.      Hambatan upaya napas (misal nya : nyeri saat bernapas, kelemahan otot pernapasan)

3.      Deformitas dinding dada

4.      Deformitas tulang dada

5.      Gangguan neuromuscular

6.      Gangguan neurologis (misal nya : elektroensefalogram (EEG) positif, cedera kepala, 

gangguan kejang

7.      Imaturitas neurologis

8.      Penurunan energi

9.      Obesitas

10.  Posisi tubuh yang menghambat ekspansi paru

11.  Sindrom hipoventilasi

12.  Kerusakan inervansi diagfragma (kerusakan syaraf C5 ke atas)

13.  Cedera pada medulla spinalis

14.  Efek agen farmakologis

15.  Kecemasan

Gejala Dan Tanda Mayor : Pola Napas Tidak Efektif

Subjektif

  1. Dispnea

Objektif

1.      Penggunaan Otot Bantu Pernapasan

2.      Fase Ekspirasi Memanjang

3.      Pola napas abnormal (misal nya : takipnea, bradipnea, hiperventilasi, kussumaul, cheyne-stokes)

Gejala Dan Tanda Minor : Pola Napas Tidak Efektif

Subjektif

  1. Ortopnea

Objektif

1.      Pernapasan purses-lip

2.      Pernapasan cuping hidung

3.      Diameter thorax anterior-posterior meningkat

4.      Ventilasi semenit menurun

5.      Kapasitas vital menurun

6.      Tekanan ekspirasi menurun

7.      Tekanan inspirasi menurun

8.      Ekskursi dada berubah

Kondisi Klinis Terkait : Pola Napas Tidak Efektif

1.      Depresi sistem syaraf pusat

2.      Cedera kepala

3.      Trauma thorax

4.      Gullian barre syndrome

5.      Multiple sclerosis

6.      Myasthenia gravis

7.      Stroke

8.      Kuadriplegia

9.      Intoksikasi alkohol

 

SDKI SLKI SIKI Pola Napas Tidak Efektif

SDKI

SLKI

SIKI

Pola Napas Tidak Efektif

 

Penyebab :

 

1.     Depresi pusat pernapasan

2.     Hambatan upaya napas (misal nya : nyeri saat bernapas, kelemahan otot pernapasan)

3.     Deformitas dinding dada

4.     Deformitas tulang dada

5.     Gangguan neuromuscular

6.     Gangguan neurologis (misal nya : elektroensefalogram (EEG) positif, cedera kepala, gangguan kejang

7.     Imaturitas neurologis

8.     Penurunan energi

9.     Obesitas

10. Posisi tubuh yang menghambat ekspansi paru

11. Sindrom hipoventilasi

12. Kerusakan inervansi diagfragma (kerusakan syaraf C5 ke atas)

13. Cedera pada medulla spinalis

14. Efek agen farmakologis

15. Kecemasan

 

Pola napas

Kriteria hasil :

  • Ventilasi semenit
  • Kapasitas vital
  • Diameter thorax anterior-posterior
  • Tekanan ekspirasi
  • Tekanan inspirasi
  • Dispnea
  • Penggunaan otot bantu napas
  • Pemanjangan fase ekspirasi
  • Ortopnea
  • Pernapasan purses-lip
  • Pernapasan cuping hidung
  • Frekuensi napas
  • Kedalaman napas
  • Ekskursi dada

Perawatan sirkulasi

Observasi

·      Periksa sirkulasi perifer (misal nya : nadi perifer, edema, pengisian kapiler, warna, suhu, ankle brachial index)

·      Identifikasi faktor risiko gangguan sirkulasi (misal nya : diabetes, perokok, orang tua, hipertensi, dan kadar kolesterol tinggi)

·      Monitor panas, kemerahan, nyeri, atau bengkak pada ekstremitas

Terapeutik

·      Hindari pemasangan infuse atau pengambilan darah di area keterbatasan perfusi

·      Hindari pengukuran tekanan darah pada ekstremitas dengan keterbatasan perfusi

·      Hindari penekanan dan pemasangan tourniquet pada area yang cedera

·      Lakukan pencegahan infeksi

·      Lakukan perawatan kaki dan kaku

·      Lakukan hidrasi

Edukasi

·      Anjurkan berhenti merokok

·      Anjurkan berolahraga rutin

·      Anjurkan mengecek air mandi untuk mengindari kulit terbakar

·      Anjurkan menggunakan obat penurunan tekanan darah, antikoagulan, dan penurun kolesterol, jika itu perlu

·      Anjurkan minum obat pengontrol tekanan darah secara teratur

·      Anjurkan menghindari penggunaan obat penyekat beta

·      Anjurkan melakukan perawatan kulit yang tepat (misal nya : melembabkan kulit kering pada kaki)

·      Anjurkan program rehabilitasi vaskuler

·      Ajarkan program diet untuk memperbaiki sirkulasi (misal nya : rendah lemak jenuh, minyak ikan omega 3)

·      Informasikan tanda dan gejala darurat yang harus dilaporkan ( misal nya : rasa sakit yang tidak hilang saat istrahat, luka tidak sembuh, hilangnya rasa)

Manajemen sensasi perifer

Obeservasi

·      Identifikasi penyebab perubahan sensasi

·      Identifikasi penggunan alat pengikat, prosthesis, sepatu, dan pakaian

·      Periksa perbedaan sensasi tajam atau tumpul

·      Periksa perbedaan panas atau dingin

·      Periksa kemampuan mengidentifikasi lokasi dan tekstur benda

·      Monitor terjadinya parestesia, jika perlu

·      Monitor perubahan kulit

·      Monitor adanya tromboflebitis dan tromboemboli vena

Terapeutik

·      Hindari pemakaian benda-benda yang berlebihan suhunya (terlalu panas atau dingin)

Edukasi

·      Ajurkan penggunaan thermometer untuk menguji suhu air

·      Anjurkan penggunaan sarung tangan termal dan bertumit rendah

Kolaborasi

·      Kolaborasi pemberian analgesic, jika itu perlu

·      Kolaborasi pemberiak kortikosteroid, jika itu perlu

Sumber :

PPNI. 2018. Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia : Definisi dan Indikator Diagnoatik Keperawatan, Edisi 1. Jakarta : DPP PPNI

PPNI. 2018. Standar Luaran Keperawatan Indonesia : Definisi dan Kriteria Hasil Keperawatan, Edisi 1. Jakarta : DPP PPNI

PPNI. 2018. Standar Intervensi Keperawatan Indonesia : Definisi dan Tindakan Keperawatan, Edisi 1. Jakarta : DPP PPNI

Terimakasih sudah berkunjung keblog ini. jangan lupa dibagikan postingan nya, dan berikan saran/masukkan dikolom komentar. kami sangat menerima saran supaya bisa membangun blog ini kearah yang lebih baik lagi.

1 komentar:

Contact Me

Email

muhammad24suraidi@gmail.com

Instagram

@muhammad24suraidi